IV. Pengaruh Peran Keluarga Family Dialogue Tersebut Terhadap Peningkatan Motivasi Resident Entry Unit Untuk Melanjutkan Program Rehabilitasi Di UPT Terapi Dan Rehabilitasi BNN

Present_Past_dialog-2

Pembangunan keluarga sejahtera dalam pelaksanaannya harus mampu menangkal segala tantangan baik bersifat fisik material maupun fisik psikis  mental spiritual. Akibat dari kemajuan ilmu dan teknologi kualitas kehidupan semakin   mengalami penurunan,   keluarga sering terjadi kehampaan moral, disorganisasi keluarga, sehingga terjadi penyimpangan social, penyelewengan nilai-nilai luhur dalam keluarga seperti yang telah diberitakan oleh media masa. Pengaruh Narkoba yang mudah menyebar pada keluarga dari berbagai kelas  sosial. Oleh karena itu keluarga harus dapat meningkatkan keluarganya dengan ketahanan keluarga dan untuk memberikan dorongan agar dapat melaksanakan  fungsi-fungsi keluarga secara utuh.

Di dalam Undang-undang No 35 tahun 2009 disebutkan Pecandu atau korban penyalahguna narkoba wajib mengikuti rehabilitasi, namun kenyataannya data dari survai awal yang dilakukan oleh peneliti: dari 39 resident yang ada di fase Entry Unit tidak ada sama sekali yang berkeinginan untuk melanjutkan program rehabilitasi (0%) dan hal ini menjadi suatu masalah yang utama yang seharusnya semua resident mengikuti rehabilitasi (100%).

Kegunaan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peran keluarga; family dialogue terhadap tingkat motivasi resident entry unit dalam menjalani rehabilitasi di UPT Terapi dan Rehabilitasi BNN tahun 2012.

Bab I. Pendahuluan

Pada era globalisasi ini pelaksanaan pembangunan keluarga sejahtera dihadapkan berbagai tantangan yang semakin berat karena pembangunan keluarga sejahtera tidak hanya berhenti dalam mewujudkan keluarga kecil saja misinya telah diperluas lagi yaitu membangun keluarga sejahtera dengan meningkatkan kualitas keluarga dan penduduk menjadi kekuatan pembangunan nasional yang handal.

Pembangunan keluarga sejahtera dalam pelaksanaannya harus mampu menangkal segala tantangan baik bersifat fisik material maupun fisik psikis  mental spiritual. Akibat dari kemajuan ilmu dan teknologi kualitas kehidupan semakin   mengalami penurunan,   keluraga     sering terjadi kehampaan moral, disorganisasi keluarga, sehingga terjadi penyimpangan social, penyelewengan nilai-nilai luhur dalam keluarga seperti yang telah diberitakan oleh media masa. Pengaruh Narkoba yang mudah menyebar pada keluarga dari berbagai kelas  sosial. Oleh karena itu keluarga harus dapat meningkatkan keluarganya dengan ketahanan keluarga dan untuk memberikan dorongan agar dapat melaksanakan  fungsi-fungsi keluarga secara utuh.

Masalah narkoba merupakan masalah nasional yang perlu penanganan yang serius oleh berbagai pihak karena masalah ini dari tahun ke tahun jumlah kasus peredaran narkoba dan penyalahgunaannya menunjukkan peningkatan yang signifikan dan sudah mengkhawatirkan bagi masyarakat, bangsa dan negara. Bahaya narkoba telah diketahui mengancam dan membahayakan kualitas manusia, baik secara fisik, mental, emosional maupun kecerdasan. Hal ini merupakan ancaman dan gangguan terhadap kelangsungan hidup manusia terutama generasi muda penerus bangsa.

Data survai Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2009 menyebutkan prevalensi penyalahgunaan narkoba pada tahun 2009 adalah 1,99 persen dari jumlah penduduk Indonesia berumur 10-59 atau sekitar 3,6 juta orang, pada tahun 2010, prevalensi meningkat menjadi 2,21 persen atau sekitar 4,02 juta orang dan pada tahun 2011, prevalensi penyalahgunaan narkoba meningkat menjadi 2,8 persen atau sekitar 5 juta orang. Data penyalahgunaan narkoba merupakan fenomena gunung es, yang bisa meningkat dari tahun ke tahun dan dinilai kalangan anak sekolah atau pelajar dan mahasiswa sebagai suatu kelompok yang paling rentan. Hasil temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2006 tercatat sebanyak 81.706 pelajar di lingkungan SD, SMP, SMA di Indonesia menggunakan narkoba. BNN mencatat adanya peningkatan yang signifikan pada jumlah pengguna narkoba dari pelajar SD di tahun 2006 yakni berjumlah 8.449 orang yang sebelumnya, pada tahun 2005 berjumlah 2.545 orang. Lonjakan yang paling tinggi terjadi pada pengguna narkoba di lingkungan SMP dan SMA yang mecapai 73.253 orang. Di tahun 2004, jumlah pengguna narkoba pada tingkat SMP dan SMA masing-masing sebanyak 9.206 orang dan meningkat tajam ditahun 2005 menjadi 19.489.

2009 adalah 1,99 persen dari jumlah penduduk Indonesia berumur 10-59 atau sekitar 3,6 juta orang, pada tahun 2010, prevalensi meningkat menjadi 2,21 persen atau sekitar 4,02 juta orang dan pada tahun 2011, prevalensi penyalahgunaan narkoba meningkat menjadi 2,8 persen atau sekitar 5 juta orang. Data penyalahgunaan narkoba merupakan fenomena gunung es, yang bisa meningkat dari tahun ke tahun dan dinilai kalangan anak sekolah atau pelajar dan mahasiswa sebagai suatu kelompok yang paling rentan. Hasil temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2006 tercatat sebanyak 81.706 pelajar di lingkungan SD, SMP, SMA di Indonesia menggunakan narkoba. BNN mencatat adanya peningkatan yang signifikan pada jumlah pengguna narkoba dari pelajar SD di tahun 2006 yakni berjumlah 8.449 orang yang sebelumnya, pada tahun 2005 berjumlah 2.545 orang. Lonjakan yang paling tinggi terjadi pada pengguna narkoba di lingkungan SMP dan SMA yang mecapai 73.253 orang. Di tahun 2004, jumlah pengguna narkoba pada tingkat SMP dan SMA masing-masing sebanyak 9.206 orang dan meningkat tajam ditahun 2005 menjadi 19.489.

BAB II. METODE PENELITIAN

2.1          Jenis penelitian

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat kuantitatif dengan metode yang digunakan adalah survey cross sectional dan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonprobability sampling.

2.2         Populasi Penelitian

Populasi pada keseluruhan kelompok individu atau objek yang diminati peneliti (Young, D& Hasting, T, 2000). Populasi yang diambil adalah residen Entry Unit UPT Terapi & Rehabilitasi BNN.

Sampel adalah suatu bagian populasi yang dipilih oleh peneliti untuk berpartisipasi dalam suatu proyek riset (Young, D& Hasting, T, 2000). Sampel yang diambil dilakukan Kriteria responden yang akan dipilih antara lain:

  1. Resident Entry Unit
  2. Mengikuti Family Dialogue

2.3          Pengumpulan Data

  1. Dalam penelitian ini digunakan data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data demografi residen, data daftar hadir keluarga, dan data hasil pengisian kuisioner. Sedangkan data sekunder meliputi data rekam medis residen.
  2. Pengolahan dan Analisis Data

Analisis data hasil penelitian dilakukan melalui  2 tahap yaitu pengolahan data dan analisis data menggunakan computer

Adapun tahapan tersebut adalah:

  1. Pengolahan data :

Editing; Kuesioner yang telah diisi oleh responden akan dilakukan pengecekan isian kuesioner tentang kelengkapan isian, kejelasan, relevansi, dan konsistensi jawaban yang diberikan responden.

Coding; Kegiatan yang akan dilakukan pada tahap ini adalah mengubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka sehingga mempermudah pada saat analisa data dan mempercepat pada saat entry data.

Scoring; Untuk masing-masing subvariabel pertanyaan diberi skor sesuai kategori data dan jumlah butir pertanyaan dari subvariabel tersebut

Processing, Pada tahap ini data yang terisi secara lengkap dan telah melewati proses pengkodean maka akan dilakukan pemprosesan data dengan memasukkan data (entry data) dari seluruh kuesioner yang terkumpul kedalam paket program komputer.

Cleaning; Kegiatan pengecekan kembali yang telah dimasukan untuk melihat ada tidaknya kesalahan terutama kesesuaian pengkodean yang telah ditetapkan.

2.   Analisis Data

Analisis data yang dilakukan sesuai dengan jadwal yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yaitu mendeskripsikan hubungan antara sikap dengan jenis penyalahgunaan narkoba. Adapun tahapan dari penganalisisan data tersebut adalah sebagai berikut :

a.    Analisis Univariat

Analisis univariat dalam penelitian ini menggambarkan distribusi frekuensi dari seluruh variabel yang bertujuan melihat kecenderungan data melalui penentuan proporsi atau persentase terhadap masing-masing variabel.

Cara penghitungannya dengan menggunakan rumus:

rumus-frekuensi

                 b.     Analisis Bivariat

Pada penelitian ini menggunakan uji beda dua mean dependent menggunakan rumus uji statistik untuk data numerik dengan data kategorik yaitu Uji T.Setelah data terkumpul maka data dianalisis dengan menggunakan metode uji beda dua mean dependent (paired sample) dengan tujuan menguji perbedaan mean antara dua kelompok data yang dependent. Adapun rumusnya :

rumus-frekuensi-2

Bab IV Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian Univariat:

Umur, Setelah dilakukan penelitian terhadap 35 responden mengenai motivasi dalam rehabilitasi, sebaran data ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia produktif.  Hal ini sesuai dengan fakta yang menunjukkan bahwa penderita HIV/AIDS terbanyak adalah pada usia produktif (Depkes RI, dalam http://www.investor.co.id/family).

Jenis Kelamin, Berdasarkan data di atas responden laki-laki berjumlah 35 orang (100%), hal ini sesuai berdasarkan data yang dilansir Unit Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) masyarakat Indonesia yang menjadi pecandu narkoba 80 persennya adalah laki-laki.

Berdasarkan Tingkat Pendidikan,  data di atas responden yang mempunyai pendidikan rendah, meliputi tidak sekolah, tamat SD, dan SMP sebanyak 4 orang (11,4%). Sedangkan yang berpendidikan tinggi meliputi SMA, dan Perguruan Tinggi sebanyak 31 orang (88,6%).

Ketaatan Beribadah, Berdasarkan data diatas responden dalam melaksanakan kegiatan beribadah: responden yang taat melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya berjumlah 10 orang (28,6%). Sedangkan yang tidak taat melaksanakan ibadah berjumlah 25 orang (71,4%).

Status Pernikahan, Berdasarkan data diatas status pernikahan responden terbanyak berstatus belum menikah berjumlah 23 orang (65,7%), sedangkan yang belum menikah 11 orang (31,4%) dan 1 orang berstatus duda.

Domisili, Berdasarkan data diatas responden yang berasal dari luar jakarta 16 orang (45,7%) sedangkan responden yang dari Jakarta berjumlah 19 orang (54,3%), hal ini sesuai http://www.terapinarkoba.com/2012/03/jakarta-kota-tertinggi-jumlah-pengguna.html

Hasil Penelitian Bivariat:

Berdasarkan analisis bivariat dengan menggunakan uji t pada responden dapat disimpulkan bahwa Ho  ditolak (p value 0,000). Hal tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh antara peran keluarga; family dialogue terhadap peningkatan motivasi. Terjadi peningkatan motivasi responden yang cukup signifikan antara sebelum dilakukan family dialogue dan setelah dilakukan family dialogue.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2011. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi 2010. Jakarta : Rineka Cipta.

Badan Narkotika Nasional. 2006. Modul pelatihan petugas rehabilitasi sosial dalam pelaksanaan program one stop center (OSC). Jakarta. Badan Narkotika Nasional.

Badan Narkotika Nasional. 2009. Metode Therapeutic Community. Jakarta : Badan Narkotika Nasional.

Badan Narkotika Nasional. 2003. Pedoman Terapi Pasien Ketergantungan Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya. Jakarta : Badan Narkotika Nasional.

Badan Narkotika Nasional. 2003. Pedoman Standar Pelayanan Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif Lain (Narkoba). Jakarta : Badan Narkotika Nasional.

Dewi,M.R.2008.http://www.lontar.ui.ac.id//opac/themes/libri2/detail.jps?id=lokal, diperoleh 10 Februari 2011)

Hawari, Dadang. 1999. http://www.dadang-hawari.net/default.aspx?tipe=A&id=30, diakses 20 Desember 2010).

Joewana, Satya. 2005. Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Zat Psikoaktif. Jakarta : EGC.

Marlatt, Arlan. 1999. Relapse Pervention : An overview of Marlats Cognitive-Behavior Model. Lcohol Research and Health Vol.23 No. 2.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Pengantar Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan Kesehatan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.

Partodiharjo, Subagyo. 2006. Kenali Narkoba dan Penyalagunaannya. Jakarta : Erlangga

Priyo Hastono, Sutanto. 2007. Analisis Data Kesehatan. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Saragi, Suhartini. Understanding addiction. Makalah disajikan dalam Pelatihan CPNS Angkatan 2008, UPT Terapi dan Rehabilitasi BNN. Bogor. 6 –8 Mei 2008.

Sugiyono. 2011. Metode PenelitianKuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Tanjung79@gmail.com. 14 April 2004. Narkoba,  Diakses 22 April 2011 dari  http://narkobaku.tripod.com/dampak_fisik.htm

Tim Visi Media. 2002. Rehabilitasi Bagi Narkoba. Jakarta : Tim Visi Media.

SDM UPT Terapi dan Rehabilitasi BNN. 2009. Standar Operation Procedure UPT T & R BNN. Bogor. UPT Terapi Rehabilitasi BNN.

Sofyan, Ahmadi. 2007. Narkoba mengincar anak anda. Jakarta : Prestasi Pustaka.

Turning Point Alcohol and Drug Centre, National Centre for Education and Training on Addiction, (1997). The Turning Point/NCETA primary care workers alcohol and drug training program : Participants workbook. Fitzroy, Victoria.

UNODC (2010, Relapse management, http://www.unodc.org/pdf/india/publications/Thematic_Pamphlets_Reprints/8_relapsemanagement,.pdf, diakses 10 Januari 2011)

UNODC (2005, A Centre of Hope, http://www.unodc.org/treatment/en/India_resource_centre_9.html, diakses 10 Agustus 2010).

Advertisement

No comments.

Leave a Reply