Kedudukan Koperasi dalam Hubungan Ekonomi Bangsa

Ekonomi-2

Oleh : Efiani

­(Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Azzahrah)

ABSTRACT

Cooperation is a legal economy institution with kinship based membership, which was designed to build citizenry economy. The main goals of this write is to increase the cooperation knowledge based on it’s character; fulfilling the common people’s needs. This write uses literature research method. The main problem is how to increase the common’s people prosperity as the member. As the conclusion, we hope that the citizen may realize and understand the role of cooperation in order to raise people’s prosperity, moreover for common people’s economy. As in the same manner as developed and other Asian countries use cooperation as the economy container for labours and farmers. Keyword :  Cooperation, citizenry economy prosperity 

PENDAHULUAN

        Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan para anggotanya.

Dan pengertian diatas mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

1.     Perkumpulan koperasi merupakan perkumpulan modal (bukan akumulasi modal) akan tetapi persekutuan sosial.

2.     Sukarelawan untuk menjadi anggota koperasi netral terhadap aliran kepercayaan dan again agama.

3.     Tujuannya meningkatkan kesejahteraan para anggota-anggotanya dengan bekerja sama secara kekeluargaan.

Kerja sama di samping memenuhi kebutuhan dan menjaga kelangsungan hidup dan rasa aman juga untuk memperoleh kasih sayang dan persahabatan serta menjalin hubungan kekeluargaan.

Manusia, di samping memiliki rasa naluri untuk bekerja sama juga menyandang naluri untuk bekerja sama juga mengandung naluri lainnya. Umpamanya naluri bersaing yang mewarnai kehidupan sosial, politik, olahraga dan ekonomi. Harus diakui kemajuan dunia yang amat pesat antara lain karena semangat untuk bersaing, berlomba untuk mencapai prestasi dan kemajuan yang setinggi-tingginya. Semangat persaingan, di samping basil yang positif dan bermanfaat juga membuat akibat lain yang merugikan atau bahkan mencemaskan seluruh umat manusia, misalnya dalam persaingan ekonomi bebas akan mematikan yang lemah.

Dalam tata kehidupan ekonomi yang semata-mata dilandasi oleh semangat persaingan maka sebagian besar rakyat kecil yang lemah seperti petani, nelayan, buruh dan lain sebagainya. Akan tertinggal dari arus kemajuan karena tidak memiliki kemampuan untuk bersaing dengan golongan yang lain yang lebih kuat. Oleh sebab itu golongan masyarakat lemah di desa dan di kota yang merupakan sebagian besar rakyat Indonesia perlu diikutsertakan secara aktif dan diberikan kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan dirinya melalui koperasi. Karena Koperasi menurut Undang-Undang No. 12 tahun 1967 tentang pokok-pokok koperasi adalah sebagai berikut:

“Organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang- orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”.

Koperasi sebenarnya bukanlah organisasi usaha yang khas berasal dari Indonesia, kegiatan berkoperasi dan organisasi koperasi pada mulanya diperkenalkannya di Inggris sekitar abad pertengahan pada waktu itu.

Misi ulama berkoperasi adalah untuk menolong kaum buruh dan petani yang menghadapi masalah-masalah ekonomi dengan menggalang kekuatan mereka sendiri. Kemudian di Perancis, yang didorong oleh gerakan kaum buruh yang tertindas oleh kekuatan kapitalis sepanjang abad ke 19 dengan tujuan utamanya membangun suatu ekonomi alternatif dari asosiasi-asosiasi koperasi menggantikan perusahaan-perusahaan milik kapitalis (Moene dan Wallerstein, 1993). Ide koperasi ini kemudian menjalar ke AS dan negara-negara lainnya di dunia. Di Indonesia, koperasi barn diperkenalkan pada awal abad 20.

(Soetrisno, 2001). Dalam kasus Indonesia, hal ini ditegaskan di dalam UUD 1945 Pasal 33 mengenai sistem perekonomian nasional. Berbagai peraturan perundingan yang mengatur koperasi dilahirkan dan juga dibentuk departemen atau kementerian khusus, yakni Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dengan maksud mendukung perkembangan koperasi di dalam negeri.

Gerakan dan Asas Koperasi Di Indonesia

        Menurut pasal 2 UU No.25 Tahun 1992 dinyatakan bahwa gerakan koperasi Indonesia berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.Kemudian koperasi juga berdasarkan Asas Kekeluargaan. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut :

1.     Landasan Koperasi Indonesia

Landasan Koperasi Indonesia berlandaskan, Pancasila sebagai landasan Ideal dan UUD 1945 sebagai landasan Struktural.

2.     Ketetapan MPR No. II/MPR/ 1993 tentang GBHN

Dalam GBHN ditetapkan hal-hal yang akan dicapai dalam periode lima tahun pembangunan. Dan Koperasi hams berusaha mewujudkan apa yang telah di cita-citakan bangsa Indonesia

3.     UU No.25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian

Untuk memajukan Koperasi Pemerintah telah menetapkan UU No 25 tahun 1992 yang mengatur dunia perkoperasian di Indonesia dimana semua kegiatan koperasi hams sesuai dengan UU tersebut.

4.     Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga

Ketentuan kegiatan operasional Koperasi yang lebih jelas adalah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi itu sendiri Dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi mengatur segala sesuatu mengenai kehidupan koperasi sehari-hari.

Kedudukan Koperasi dalam hubungannya dengan Ekonomi Masyarakat

Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33, maupun GBHN telah menunjuk adanya tiga pelaku dalam tata perekonomian di Indonesia antara lain ialah Perusahaan Milik Negara, Koperasi dan Perusahaan Swasta. Dalam penjelasan pasal 33 tersebut dijelaskan bahwa koperasi adalah bangunan perusahaan yang sesuai dengan per-ekonomian bangsa kita yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan Juga disebutkan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak hams dikuasai oleh negara. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya hams dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh ada ditangan seseorang.

Koperasi merupakan salah satu bentuk Badan Usaha dalam rangka membangun perekonomian rakyat berdasarkan asas kekeluargaan Oleh karena itu kehadiran koperasi di lingkungan masyarakat memiliki peranan yang sangat penting antara lain:

1.     Koperasi sebagai lembaga ekonomi

Dimana Koperasi berupaya untuk memenuhi kebutuhan / kepentingan para kelompok masyarakat yang menjadi anggotanya. Koperasi juga merupakan salah satu bentuk kerja sama yang muncul karena adanya suatu kesamaan kebutuhan dari anggotanya.

Adapun kebutuhan tersebut mungkin timbul karena :

  • Ingin menghindari persaingan sesama anggotanya
  • Untuk melakukan pembagian pekerjaan menurut minat dan ketrampilan sehingga bermanfaat bagi kelompok dan individu yang ada di dalamnya.
  • Untuk mendapatkan pelayanan pinjaman yang cepat, cepat dan murah.
  • Untuk mendapatkan harga yang layak.
  • Untuk mendapatkan keuntungan karena adanya pembayaran bersama.
  • Untuk mempersatukan potensi dan para warga masyarakat.
  • Untuk menghindari pemerasan dari para tengkulak dan Iain-lain.

2.     Koperasi Sebagai Sarana Pendidikan

Maksudnya bahwa koperasi berupaya mengubah sistem nilai yang ada dalam masyarakat kepada suatu kebersamaan yang berarti bahwa tidak hanya menitikberatkan kepada individualisme saja, tetapi juga kepada keseimbangan, keserasian dan keselarasan antar individu dalam masyarakat.

3.     Koperasi Sebagai Sarana Demokrasi

Di dalam koperasi, masyarakat/ anggota koperasi juga dapat memecahkan berbagai masalah seperti:

  • Keadilan sosial
  • Pemerataan
  • Kepentingan masyarakat lainnya.

4.     Koperasi Sebagai Wahana Pengimbang

Dimaksud sebagai usaha pengimbang terhadap badan usaha milik negara (BUMN) terutama dalam pengusahaan sumber daya .Sebagaimana dimaklumi bahwa sebagian besar masyarakat kita adalah masyarakat kelas bawah (miskin), sehingga apabila masyarakat itu terhimpun dalam wadah koperasi akan mampu menggalang kekuatan yang diharapkan dan akan mampu turut bersaing dengan badan usaha non koperasi.

Advertisement

18 Responses to “Kedudukan Koperasi dalam Hubungan Ekonomi Bangsa”

  1. noviberliana

    Apr 18. 2014

    seharusnya indonesia lebih mengembangkan koperasi…
    koperasi berbasis masyarakat.

    Reply to this comment
  2. dwi anestia putri

    Apr 23. 2014

    setuju…

    Reply to this comment
  3. dwi anestia putri

    Apr 23. 2014

    benar sekali, harus lebih dikembangkan lagi…

    Reply to this comment
  4. inez

    Apr 23. 2014

    setuju…

    Reply to this comment
  5. dwianestia

    Apr 23. 2014

    setuju.. koperasi harus lebih dikembangkan

    Reply to this comment
  6. anestiaputri

    Apr 23. 2014

    good..

    Reply to this comment
  7. dwianestia

    Apr 23. 2014

    setuju..

    Reply to this comment
  8. Dwi Anestia Putri

    Apr 23. 2014

    setuju,koperasi harus dikembangkan..

    Reply to this comment
  9. inez

    Apr 23. 2014

    setuju,majukan koperasi !! agar rakyat kecil bisa dibantu lebih banyak lagi untuk berwirausaha

    Reply to this comment
  10. putri

    Apr 23. 2014

    setuju..

    Reply to this comment
  11. renzi

    Apr 23. 2014

    setuju

    Reply to this comment
  12. nabila

    Apr 24. 2014

    setuju,semakin dikembang koperasi makin banyak rakyat kecil yang akan terbantu..

    Reply to this comment
  13. darfa

    Apr 25. 2014

    setuju,kembangkanlah koperasi maka perekonomian indonesia bisa meningkat.. aminn

    Reply to this comment
  14. aishaputrisalsabila

    Apr 25. 2014

    seharusnya sistem koperasi lebih ditata jadi merata..

    Reply to this comment
  15. yettysuryatini

    Apr 25. 2014

    benar sekali.. koperasi dapat membantu rakyat kecil..

    Reply to this comment
  16. almadi

    Apr 25. 2014

    setuju

    Reply to this comment

Leave a Reply