Identifikasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Memilih Kendaraan Roda Dua Dengan Metode Analytical Hierarchy Process

6

Kepuasan konsumen terhadap sebuah produk yang dimilikinya  merupakan suatu kebutuhan pribadi yang sangat penting. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk dapat menarik minat pelanggan tersebut salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas dari produk tersebut yang ditawarkan kepada pelanggan.

Pengukuran kecenderungan konsumen dalam menentukan pilihannya terhadap produk yang diinginkannya, dapat menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Adapun hal yang akan dicapai dengan menggunakan metode ini adalah mengetahui nilai dari masing-masing kriteria karakteristik dari sepeda motor tipe 4 stroke engine 125 cc, terhadap keinginan konsumen dalam menentukan pilihannya tersebut.

Penelitian dilakukan dengan wawancara langsung terhadap responden yang merupakan para pengguna, bengkel atau dealer dari empat jenis sepeda motor tipe 4 stroke engine 125 cc yaitu Honda Supra x 125R, Suzuki Shogun 125R, Kawasaki Blitz Joy, Kymco Cevira 125RR. Penelitian menggunakan metode AHP untuk mendapatkan penilaian dari masing-masing kriteria tersebut dengan batasan consistency ratio tidak lebih dari 10%.

Perhitungan secara keseluruhan dari tiap-tiap kriteria sepeda motor yang telah dilakukan didapat bahwa motor Honda Supra x 125R merupakan sepeda motor yang terbaik dibandingkan sepeda motor lainnya. Dengan mengunggulkan kestabilan harga, terutama pada harga jual kembali. Namun begitu kemampuan dari motor lainnya juga tidak kalah, seperti Suzuki Shogun 125R untuk masalah kriteria kecepatan, motor ini lebih mengungguli keempat motor lainnya. Sedangkan Kawasaki Blitz Joy unggul untuk kriteria Handling, motor ini lebih stabil jika digunakan untuk melakukan manuver pada saat tikungan tajam. Dan yang terakhir Kymco Cevira 125RR masih sangat jauh dari harapan para konsumen, untuk motor yang satu ini hanya mengungguli kriteria fitur.

I.        PENDAHULUAN

Pada era globalisasi sekarang ini, perkembangan teknologi semakin maju dan persaingan semakin kompetitif, terutama dalam hal bidang otomotif khususnya sepeda motor. Hampir setiap masyarakat memiliki sarana transportasi tersebut. Minat dan keinginan masyarakat akan sarana transportasi tersebut semakin meningkat. Hampir setiap produsen kendaraan roda dua terus berlomba untuk memberikan yang terbaik bagi keinginan masyarakat dan terus melakukan inovasi terhadap kendaraan tersebut agar tidak monoton.

Agar mereka dapat mempertahankan pangsa pasarnya tersebut, maka setiap produsen harus mampu melakukan segala macam inovasi dan banyak hal yang perlu dilakukan agar mereka dapat bersaingan dengan para kompetitor tersebut. Hal yang perlu dilakukan agar produsen tersebut mampu bersaing adalah produsen tersebut harus mampu merespon segala apa yang menjadi keinginan setiap konsumen sehingga konsumen tersebut merasa puas dan sesuai dengan apa yang menjadi keinginannya. Namun sampai saat ini masih banyak kendala-kendala yang dihadapi produsen tersebut dalam meningkatkan persaingannya terutama dalam hal fitur dan performannya.

Kompetisi dalam menghadapi persaingan jenis kendaraan sepeda motor, terutama untuk kelas bebek sangat ketat sekali dalam memperebutkan pangsa pasar. Inilah tantangan yang harus dihadapi oleh para perusahaan tersebut. Dalam mengantisipasi persaingan bisnis otomotif di tengah-tengah pengaruh perubahan global ini, maka dilakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah :

Bagaimana memilih kendaraan yang paling sesuai, dengan memperhatikan spesifikasi dan performansi dari kendaraan tersebut.

Sasaran yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah :

  1. Melakukan analisis terhadap pemilihan jenis kendaraan bermotor dengan cara melaksanakan studi eksploratif.
  2. Mengetahui prioritas kriteria-kriteia terhadap tiap-tiap performansi dan fitur dengan menerapkan metode Analiytical Hierarchy Process (AHP) atau proses analisa bertingkat.

Penelitian ini hanya dibatasi pada pemilihan jenis sepeda motor bebek Tipe 4 stroke engine 125 CC. Sepeda motor yang akan diteliti adalah Kymco, Honda, Kawasaki, Suzuki. Dalam pemilihan kendaraan sepeda motor ini setiap kriteria dan sub kriteria akan dibobot dengan sesuai tingkat kepentingannya dalam mengambil keputusan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP).

II.   METODE PENELITIAN

Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan pendekatan Non probability Sampling dan metode judgement Sampling. Pengambilan sampel dengan metode ini dengan pandangan bahwa sampel yang diambil adalah orang-orang yang mengenal akan karakteristik sepeda motor 4 stroke engine 125 CC dan merupakan pengguna sepeda motor tersebut. Pengambilan sampel ini dilakukan pada setiap distributor sepeda motor dan bengkel di Jakarta. Responden merupakan pelanggan yang memenuhi kriteria pengisian kuisioner.

Untuk menentukan jumlah konsumen yang menggunakan sepeda motor 4 stroke engine 125 CC secara tepat, maka dianggap proporsi (P) tidak diketahui. Apabila dalam suatu pendugaan proporsi dengan menggunakan sampel random diinginkan tingkat keyakinan (1 – a), bahwa besarnya error (E) dalam penelitian ini tidak melebihi suatu harga tertentu, maka rumus error (E) dapat digunakan untuk menentukan besarnya sampel yang harus diambil.

2.2.   Desain Analisis

Pada tahap desain analisis ini ada beberapa proses analisis yang dilakukan. Adapun perhitungan yang dilakukan adalah dengan melakukan perhitungan Analiytical Hierarchy Process (AHP).

Langkah-langkah kerja AHP :

  1. Jabarkan penilaian atau judgement yang diperoleh dari kuesioner dalam bentuk matriks yang disusun untuk kriteria, lalu cari weight (bobot) atau priority vector.
  2. Hitung lmax, CI dan CR dari matriks itu.
  3. Jabarkan penilaian atau judgement yang diperoleh dari kuesioner dalam bentuk matriks yangdisusun untuk alternatif dalam tiap kriteria, lalu cari weight.
  4. Hitung lmax, CI dan CR dari matriks-matriks itu.
  5. Jabarkan weight yang diperoleh dari matriks-matriks di atas dalam bentuk matriks baru dengan kriteria bagian atas matriks dan alterntif pada kolom kiri matriks.
  6. Hitung priority vector atau weight.
  7. Hasil akhir diperoleh dari weight matriks untuk pilihan alternatif terhadap kriteria.

2.3.   Perhitungan Weight

Weight adalah tingkat preferensi atau kesukaan dari seseorang terhadap suatu hal. Weight disebut juga dengan priority vector atau tingkat preferensi.

Perhitungan untuk priority vector atau weight dijabarkan seperti di bawah ini :

Misalkan dari kuesioner diperoleh matriks judgement :

Prinsip-prinsip eigenvector dihitung secara aljabar linier dan ketika dinormalisasikan menjadi vektor prioritas. Vektor prioritas dapat dihitung dengan 4 cara, yaitu :

  1. Metode I : Crudest (hasil paling kasar)
  2. Metode III : Good (hasil baik)
  3. Metode IV : Best (hasil paling baik)

2.4.   Perhitungan lmax

Cara menghitung lmax :

  1. Diketahui matriks judgement A dan weight atau vektor prioritas W.
  2. Kalikan matriks A dengan W (=P).
  3. 3.  Bagi vektor hasil P dengan weight (W) hingga diperoleh vektor Q.
  4. 4.  Jumlahkan komponen dari vektor Q hingga diperoleh nilai R
  5. 5.   Rata-ratakan nilai R sehingga diperoleh lmax

2.5.         Konsistensi

Konsistensi yang sempurna adalah jika semua hubungan elemen saling bersesuaian secara benar. Adapun arti konsistensi adalah :

  1. Pemikiran atau objek yang serupa dikelompokkan menurut homogenitas dan relevansinya.
  2. Intensitas relasi antar gagasan atau antar objek yang didasarkan pada suatu criteria tertentu, saling membenarkan secara logis.

Dalam persoalan pengambilan keputusan adalah penting untuk mengetahui kebaikan konsistensi, karena tidak ingin keputusan itu didasarkan atas pertimbangan yang memiliki konsistensi yang begitu rendah sehingga nampak seperti pertimbangan yang acak. Di pihak lain, konsistensi sempurna sukar dicapai.

Langkah-langkah untuk menghitung Consistency Ratio ialah :

n =  kriteria

Random Index (RI) adalah consistency ratio dari matriks resiprokal umum yang didapat secara random dari skala 1-9.

Tabel 1. Tabel Daftar Random Index

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

0,00

0,00

0,58

0,90

1,12

1,24

1,32

1,41

1,45

1,49

1,51

1,48

Untuk menghitung CR (Consistency Ratio) :

bila CR  £ 0,1 berarti data atau penilaian konsisten.

Dari perhitungan di atas, dapatlah diketahui bahwa persepsi manusia yang kualitatif dapat dijadikan data kuantitatif dengan menggunakan metode AHP.

III.  HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1.   DATA PENELITIAN

Data penelitian yang dikumpulkan berupa data hasil jawaban responden  terhadap kuesioner yang disebarkan. Kuesioner tersebut disebarkan kepada konsumen atau pengguna sepeda motor bebek sekelas 4 stroke engine 125 CC. Pada penyebaran kuesioner ini dilakukan dalam 2 tahap, yaitu :

a.    Kuesioner Pendahuluan

Untuk menetapkan kriteria yang diperhatikan konsumen dan alternatif produk, maka kuesioner pendahuluan merupakan alat yang tepat. Kuesioner pendahuluan ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada para pengguna, distributor, dan bengkel yang potensial.

Pilihan kriteria yang dicantumkan pada kuesioner secara ringkas meliputi :

  • Model

Model merupakan daya tarik pertama yang menjadi perhatian dan minat konsumen untuk membeli sepeda motor.

  • Harga

Harga merupakan prioritas kedua dari model, selain model yang bagus harga juga menjadi perhatian terutama untuk menghadapi para kompetitor.

  • Konsumsi BBM

Konsumsi BBM merupakan merupakan hal yang sangat penting sekali terutama untuk masalah perjalanan jauh dan semakin tingginya harga BBM sehingga memacu perusahaan untuk membuat sepeda motor yang irit bahan bakar.

  • Performa

Untuk menjadi motor yang handal maka harus memiliki performa yang baik pula.

  • Fitur

Fitur merupakan kelengkapan asesoris yang dimiliki oleh setiap sepeda motor.

  • Handling

Handling merupakan faktor kelincahan sepeda motor bila dilakukan manuver-manuver pada tiap tikungan.

b.     Kuesioner Penelitian

Kuesioner penelitian yang disebarkan terdiri dari 3 bagian, yaitu :

  1. Bagian pertama berisi pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan mengenai identitas responden.
  2. Bagian kedua berisi mengenai persepsi responden terhadap hubungan antara kriteria-kriteria tentang pemilihan suatu produk sepada motor bebek.
  3. Bagian ketiga berisi mengenai persepsi responden terhadap hubungan antara kriteria-kriteria sepeda motor bebek dengan alternatif-alternatif tentang pemilihan merek sepeda motor bebek. Pertanyaan untuk kuesioner penelitian dapat dilihat pada lampiran B.
  4. Kuesioner penelitian disebarkan kepada pengguna sepeda motor bebek jenis 4 stroke engine 125 cc, distributor dan bengkel-bengkel sepeda motor.

3.2          PROSEDUR PENARIKAN SAMPEL

Adapun metode penarikan sampel yang digunakan adalah metode penarikan sampel non probabilitas (non-probability sampling). Prosedur di dalam penarikan sampel digunakan metode Judgement Sampling, yaitu mendatangi responden langsung di tiap-tiap distributor dan bengkel-bengkel sepeda motor. Dilakukan pengambilan sampel dengan metode ini dengan pandangan bahwa sampel yang diambil adalah orang-orang yang mengenal dan mengerti akan kriteria-kriteria sepeda motor dan merupakan pengguna sepeda motor bebek Honda Supra x 125R, Suzuki Shogun 125R, Kawasaki Blitz Joy, dan Kymco Cevira 125RR.

Dalam penyebaran kuisioner penelitian, perlu diperhatikan jumlah kuisioner yang disebarkan dengan menggunakan rumus kecukupan data yang telah ditulis pada halaman sebelumnya.

dengan menggunakan asumsi tingkat kepercayaan 95% dan tingkat ketelitian 10%,  diperoleh :

a        =   100% – 95% = 5%

a/2     =   2,5%

Z0,025    =  1,96

E          =  0,10

Dengan demikian, minimal jumlah sampel yang dibutuhkan adalah:

Dengan menyebarkan kuisioner sebanyak 97 lembar berarati syarat kecukupan data telah terpenuhi.

3.3.        PENGUMPULAN DATA

3.3.1      Hasil Dari Kuisioner Pendahuluan

Pada kuisioner pendahuluan akan diperoleh informasi dari para responden yaitu berupa :

1.        Jumlah responden yang mengenal dan menganggap kriteria karakteristik sepeda motor di bawah ini penting .

Adapun hasil yang diperoleh pada bagian pertama dari kuisioner pendahuluan adalah persentase jumlah yang pernah menggunakan sepeda motor, sebagai berikut :

Tabel 2. Hasil Kuisioner Pendahuluan Bagian Pertama

No.

Responden yang mengenal Kriteria Sepeda Motor

Frekuensi

Persentase

(%)

1

Model

24

80

2

Harga

25

83

3

Konsumsi BBM

28

93

4

Performa

26

87

5

Fitur

25

83

6

Handling

21

70

7

Uji Emisi

27

90

Sumber : Hasil Pengolahan Data

Pada tabel di atas terlihat bahwa responden yang mengisi kuisioner pendahuluan ini rata-rata telah mengenal karakteristik kriteria sepeda motor tersebut ini berarti menggambarkan keinginan konsumen dan juga menjadi perhatian yang penting dalam memilih kendaraan sepeda motor. Dari tabel tersebut untuk kriteria model 24 orang atau 80% menganggap penting, untuk harga sebanyak 25 orang atau 83%, untuk konsumsi BBM sebanyak 28 orang atau 93%, untuk performa sebanyak 26 orang atau 87%, untuk fitur sebanyak 25 orang atau 83%, untuk handling sebanyak 21 orang atau 70%, dan untuk uji emisi sebanyak 27 orang atau 90 %. Hal ini menunjukkan bahwa saat responden mengisi kuisioner ini mereka mengerti apa saja yang menjadi kebutuhan mereka (responden) saat ingin membeli atau yang telah menggunakan sepeda motor yang menjadi pilihannya.

2.        Jumlah Responden yang mengenal sepeda motor bebek jenis 4 stroke engine 125 cc.

Pada bagian ini akan diperoleh hasil jumlah dari responden yang pernah menggunakan atau mengenal sepeda motor tipe 4 stroke engine 125 cc. Adapun hasil yang dapat diperoleh sebagai berikut :

Tabel 3. Hasil Kuisioner Pendahuluan Bagian Kedua

No.

Nama Sepeda Motor Bebek Jenis

4 Stroke Engne 125 cc

Frekuensi

Persentase

(%)

1

Honda Supra x 125R

30

100

2

Suzuki Shogun 125R

30

100

3

Kawasaki Blitz Joy

30

100

4

Kymco Cevira 125RR

30

100

Sumber : Hasil Pengolahan Data

Dari tabel di atas menunjukkan, bahwa Sebanyak 30 orang responden pernah atau 100% pernah mengenal keempat merek sepeda motor .

3.3.2.1   Hasil Data Umum Responden

Berdasarkan jawaban responden pada kuesioner penelitian bagian pertama, didapatkan data demografis responden sebagai berikut :

Tabel 4. Data Umum Responden

NO

PERTANYAAN

JAWABAN

JUMLAH

PERSEN

1

Jenis kelamin anda Pria

75

77

Wanita

22

23

2

Status anda Menikah

49

51

Belum menikah

48

49

3

Usia anda saat ini 15-19 tahun

16

16

20-29 tahun

49

51

30-39 tahun

24

25

Lebih dari 39 tahun

8

8

4

Pekerjaan anda Pelajar/Mahasiswa

27

28

Wiraswasta

28

29

Karyawan

41

42

Lainnya

1

1

5

Pendidikan terakhir anda SMP

7

7

SMA

50

52

Universitas/Akademi

40

41

S2

0

0

6

Berapakah pendapatan anda dalam satu bulan Kurang dari Rp 400 ribu

24

25

Rp 400 ribu – Rp 700 ribu

21

22

Rp 700 ribu – Rp 1 juta

32

33

Lebih dari Rp 1 juta

20

21

7

Mengapa anda tertarik memiliki sepeda motor Wiraswasta (Ojek)

35

36

Alat transportasi yang praktis

37

38

Gaya

17

18

Sumber : Hasil Pengolahan Data

3.3.2.2    Hasil Data Perbandingan Antar Kriteria Sepeda Motor

                    Setelah melakukan penyebaran kuesioner penelitian kepada seluruh responden yang mengerti dan memahami tentang sepeda motor jenis 4 stroke engine 125 cc, maka data tersebut disusun dalam suatu matrik berpasangan antar kriteria sepeda motor tersebut. Hasil pengumpulan data dari penyebaran kuesioner penelitian bagian II tentang kriteria dan sub kriteria dapat dilihat pada matriks di bawah ini.

v  Kriteria dalam pemilihan sepeda motor jenis 4 stroke engine 125 cc.

Kriteria

Mod

Harg

Bbm

Perf

Fit

Hand

Uji

Model (Mod)

1

1/3

1

1/3

1

2

3

Harga (Harg)

3

1

5

5

5

3

3

Konsumsi BBM (Bbm)

1

1/5

1

1/2

1/3

3

1

Performa (Perf)

3

1/5

2

1

1

3

1

Fitur (Fit)

1

1/5

3

1

1

2

2

Handling (Hand)

½

1/3

1/3

1/3

1/2

1

1

Uji Emisi (Uji)

1/3

1/3

1

1

1/2

1

1

IV.    KESIMPULAN

Berdasarkan apa yang telah diteliti dan data-data yang telah diolah,  dapat disimpulkan bahwa :

  1. Untuk dapat memilih sepeda motor yang baik dan sesuai dengan keinginan, maka seharusnya didukung dengan banyak informasi masalah teknis dari sepeda motor tersebut, yaitu seseorang harus dapat melihat kriteria-kriteria apa yang akan ditetapkan oleh seseorang agar menjadi pilihan yang terbaik. Dengan bantuan software Expert Choice Ver.9.0 menetapkan bahwa Honda Supra x 125R merupakan sepeda motor yang menjadi pilihan terbaik bagi para responden, dengan mengandalkan kriteria harga yang menjadi prioritas utama yang dimiliki sepeda motor tersebut.
  2. Prioritas tertinggi juga ada pada Honda Supra x 125R untuk kriteria-kriteria lainnya secara keseluruhan sebagai sepeda motor terbaik sesuai dengan perhitungan yang dijalani dengan menggunakan software Expert Choice Ver.9.0 dengan nilai prioritas = 0,444 ini berarti Honda Supra x 125R mendominasi 44,4% secara keseluruhan dan menjadi sepeda motor terbaik dibandingkan dengan sepeda motor lainnya.
  3. Hasil survei terhadap banyak responden mengenai pemilihan sepeda motor, mendapatkan Honda Supra x 125R sebagai sepeda motor pilihan utama terbaiknya, karena berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode AHP, sepeda motor yang terbaik adalah Honda Supra x 125R.
  4. Berdasarkan pilihan responden terhadap produk terbaik, yaitu Honda Supra x 125R, juga memiliki kriteria yang mendominasi kriteria lainnya yaitu masalah harga, yaitu dengan nilai prioritas sebesar 0,385, artinya kriteria tersebut mendominasi kriteria lainnya sebesar 38,5%, karena responden menganggap walaupun untuk harga baru dari motor Honda mahal dibandingkan motor lainnya, tetapi untuk harga jual kembali motor Honda menempati prioritas tertinggi yaitu sebesar 87,5%, artinya harganya dapat bertahan dan tidak turun atau stabil bila dibandingkan ketiga motor lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Aaker, David., V. Kumar, George S. Day. 1995. Marketing Research. Fifth Edition. Jhon Willey & Sons, Inc.
  2. Decision Support Software ”Tutorial Expert Choice Ver. 9.0, Expert choice, Inc, 4922 Ellsworth Avenue Pittsburgh, PA 15213 USA, McLean, Virginia, 1986.
  3. Dutka, Alan, AMA Handbook for Customer Satisfication, NTC Business Books in Association with the American Marketing Association (AMA)”,Illinois, USA, 1994.
  4. Kotler, Philip, Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Kontrol Jilid 1, Edisi Kesembilan, PT. Prenhallindo, Jakarta, 1997.
  5. Moh. Nazir, Ph.D, 1983, “Metode Penelitian”, Ghalia Indonesia, Jakarta.
  6. Mudrajad Kuncoro, Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi, Bagaimana Meneliti dan Menulis Tesis?, Penerbit Erlangga, 2003.
  7. Saaty, Thomas L., “Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin” , Seri Manajemen No. 134, Ppm, PT. Pustaka Binaman Pressindo, 1991.
  8. Saaty, Thomas L., Decision Making for Leader: The Analytical Hierarchy Process for Decisions in a Complex World, Lifetime Learning Publications, Belmond, California, 1982.
  9. Saaty, Thomas L., The Analytical Hierarchy Process: Planning, Priority, Setting, Resourse Allocation, Mc Graw-Hill International Book Company, USA, 1980.
  10. Simamora, Bilson. 2001. Memenangkan Pasar Dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel.Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pusaka Utama.
  11. Marimin, Teknik Dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk, Penerbit PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, 2004.
  12. Singarimbun, Masri, Metode Penelitian Survey, Cetakan Ke empet, LP3ES, Jakarta, 1984.
  13. Walpole, Ronald E., Pengantar Statistika, Edisi Ke-3, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1992.

Advertisement

No comments.

Leave a Reply